Waspadai 4 Risiko Ternak Ayam Petelur Ini

Bisnis ternak ayam petelur kadang tidak berjalan dengan mulus. Ada kalanya berbagai macam masalah timbul. Oleh karena itu, ketika memutuskan untuk terjun di dunia bisnis, Anda harus menganalisis risiko dan peluangnya. Apakah peluang tersebut lebih besar dibandingkan dengan risikonya atau justru sebaliknya.
Meski begitu, setiap risiko yang timbul ada cara mengatasinya masing-masing. Berikut ini beberapa risiko ternak ayam petelur yang wajib untuk Anda perhatikan dengan baik.

1. Kematian

Ketika Anda memutuskan untuk berbisnis yang ada hubungannya dengan makhluk hidup, salah satu risiko yang bakal Anda alami adalah risiko kematian. Oleh karena itu, agar Anda berhasil dengan peternakan yang Anda geluti, penting untuk mengetahui apa saja yang bisa menyebabkan risiko kematian itu datang.

Caranya adalah dengan menjaga kesehatan ayam-ayam petelur Anda, mengetahui berbagai macam penyakit ayam dan memilih bibit yang unggul karena akan memiliki tubuh yang lebih kuat. Jangan pernah menganggap remeh ayam yang sakit karena akan mudah menular ke ayam yang lainnya. Untuk mencegah ayam sakit, Anda harus memberikan vaksinasi secara rutin.

2. Harga telur yang berubah-ubah

Meski diklaim telur ayam memiliki peluang pasar yang luas, bukan tidak mungkin hal buruk bisa terjadi. Misalnya saja adalah harga telur yang tidak stabil sehingga akan menimbulkan kerugian. Sampai saat ini ketidakstabilan harga telur ayam yang terjadi ini tidak bisa diantisipasi dan tidak bisa dicegah.

Masanya pun bisa bersifat sementara dan juga lumayan lama. Peternak ayam petelur pernah mengalami kerugian berat dalam waktu yang lama, yaitu pada 2009 sampai dengan awal 2010, terutama bagi peternak ayam skala kecil dan pemula.

3. Musim yang ekstrem

Negara tropis seperti Indonesia ini membuat musimnya menjadi lebih ekstrem pada waktu-waktu tertentu. Pada musim kering yang berurutan tersebut peternak ayam akan mengalami kerugian. Penyebabnya adalah terjadinya krisis pangan terutama jagung yang mana menjadi salah satu bahan makanan pokok ayam petelur.

Jagung yang langka akan membuat bahan pokok makanan ayam tersebut menjadi melambung tinggi sehingga peternak ayam harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit hanya untuk pakan ayam. Bagi Anda yang berniat untuk melakukan ternak ayam petelur harus mewaspadai musim yang ekstrem ini karena bisa mengancam bisnis yang Anda jalankan.

4. Kurang rajin

Selain ada masalah teknis ada juga masalah nonteknis yang berasal dari dalam diri Anda sendiri. Misalnya, kurangnya niat, malas, dan kurang ulet bisa menjadi penghambat bagi Anda dalam menjalankan bisnis ternak ayam ini. Agar berhasil, Anda harus menjalankan bisnis dengan semangat dan pantang menyerah.

Banyak pebisnis yang begitu menggebu-gebu ketika membuka bisnis, namun di tengah jalan semangatnya menjadi turun dan tidak ada sama sekali. Buatlah semangat Anda tetap stabil meskipun ada banyak masalah yang menghalangi bisnis Anda.

5 Jenis Pakan Bernutrisi Tinggi untuk Ayam Broiler

Pada usaha ternak ayam broiler, pakan bernutrisi tinggi sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembang ternak. Oleh karena itu, penting bagi peternak untuk memperhatikan pakan selama di peternakan, jangan membuat ayam asal kenyang. Sebab, produktivitas ayam sangat tergantung dengan jenis pakan yang konsumsi.

Ada beberapa jenis pakan yang bisa diberikan kepada ayam broiler ini. Pakan ini tidak hanya bisa digunakan untuk meningkatkan produktivitas, tetapi juga bisa membuat tubuh ayam broiler menjadi lebih sehat dan kuat.

1. Sorgum

Untuk mendapatkan sorgum cukup sulit karena hanya di daerah tertentu saja yang memilikinya. Sorgum sangat bagus untuk kesehatan pencernaan ayam dikarenakan tinggi serat. Ada berbagai macam sebutan untuk sorgum ini, yaitu tojeng, cantrik, dan centel.

2. Pollard

Untuk membuat pakan alternatif peternak bisa mempertimbangkan jenis pakan satu ini. Jika diberikan pakan pabrikan secara terus-menerus akan membuat biaya operasional di dalam kandang menjadi membengkak. Pollard berasal dari olahan gandum yang biasa diubah menjadi tepung terigu.

Pakan ini disebut juga sebagai dedak gandum. Kandungan yang ada di dalam pollard ini sangat bagus untuk kesehatan ayam broiler yang ada di peternakan karena kaya akan lemak, protein, dan juga tinggi serat.

Selain itu, kandungan kalorinya cukup tinggi yang menyebabkan ayam lincah dan juga berenergi setiap hari. Meski kaya akan kandungan yang tinggi, pakan ini tidak bisa diberikan setiap hari ke ayam dikarenakan tidak bagus untuk ayam. Berikanlah pakan ini sebagai selingan dengan jenis pakan ayam broiler yang lainnya.

3. Dedak padi

Dedak padi disebut juga dengan bekatul. Jenis pakan ini begitu familiar di kalangan peternak ayam tidak hanya broiler, tetapi juga untuk peternak ayam jenis lainnya seperti kampung, layer, dan lain-lain. Kandungan asam aminonya yang tinggi membuat dedak padi ini memiliki kalori yang cukup tinggi. Tidak hanya kalori yang terkandung dalam dedak padi ini, tetapi juga kaya akan lemak.

Kelemahan dari dedak padi ini adalah mudah menggumpal dan juga berbau tengik. Pakan yang berbau tengik sudah tidak layak untuk diberikan lagi ke ayam karena kualitasnya sudah menurun. Oleh karena itu, jika ingin memberikan dedak padi, jangan membeli dalam skala besar. Belilah dalam jumlah cukup agar tidak mudah berbau tengik jika terlalu lama disimpan di dalam gudang peternakan.

4. Tepung-tepungan

Salah satu jenis pakan ayam broiler yang tepat untuk DOC adalah jenis tepung-tepungan. Teksturnya yang halus akan membuat ayam DOC mudah mencernanya. Ada beberapa jenis tepung yang bisa diberikan ke ayam broiler ini. Misalnya saja adalah tepung tulang. Tepung tulang bisa didapatkan di pemotongan ayam atau di pemotongan hewan yang lainnya.

Tepung tulang ini kaya akan kalsium dan juga fosfor yang bagus untuk tulang dan sendi ayam. Selain tepung tulang, bisa diberikan tepung ikan. Tepung ini dihasilkan dari olahan ikan yang dikeringkan kemudian digiling halus menjadi tepung.

5. Pelet

Pelet adalah jenis pakan yang paling disukai oleh ayam. Pakan jenis pelet ini lebih hemat dan efisien diberikan kepada ayam karena memiliki nutrisi yang tinggi. Pelet ini lebih hemat dibandingkan dengan tepung-tepungan sehingga cocok bagi yang menginginkan pakan yang hemat, namun nilainya lebih ekonomis.