Budidaya Lele Laba Puluhan Juta per Tahun

Lele merupakan ikan konsumsi air tawar yang sangat potensial untuk dibudidayakan. Setiap hari, permintaan terhadap ikan lele semakin meningkat. Namun sayang, kebutuhan tersebut masih belum bisa terpenuhi secara maksimal karena masih banyak yang menganggap kalau budidaya lele itu sulit.
Akan tetapi, tak sedikit pula yang menganggap bahwa budidaya lele itu mudah. Sebab, jika ditekuni dengan serius, ‘mudahnya’ budidaya lele ini bisa mendatangkan keuntungan yang berlimpah. Bahkan, ada yang benar-benar menjadikannya sebagai mata pencaharian utama.

Kandungan gizi ikan lele

Di balik rasanya yang lezat ikan lele memiliki segudang kandungan gizi yang sangat bermanfaat dan menguntungkan bagi tubuh. Ikan lele memiliki kandungan sumber protein yang sangat banyak. Selain itu, ikan lele juga memiliki kandungan gizi seperti vitamin B dan zat besi. Kita bisa memperoleh manfaatnya tersebut dengan rutin mengonsumsinya.

Sukses beternak lele ala William Perkasa

Beternak atau membudidayakan lele kini menjadi tren usaha yang cukup diminati. Pasalnya, untuk menjalankan usaha ini Anda tidak perlu babak belur supaya menjadi sukses. Bahkan, beternak lele bisa menjadikan Anda seorang pengusaha yang sukses tanpa ribet seperti yang dialami William Perkasa.

Pria asal Sumatera Utara ini memulai usahanya sebagai peternak lele sekitar 4 tahun yang lalu. Tepatnya pada 2014, ia memberanikan diri untuk merintis usaha beternak lele dengan modal keberanian. Ia mengaku, tak ada keahlian khusus, hanya secara otodidak. Bahkan, ilmunya hanya ia dapatkan dari berbagai sumber dan riset langsung terhadap perilaku serta teknik budidayanya.

Karena tekadnya yang kuat, saat ini William memiliki 24 unit kolam beton di Wonosobo, Jawa Tengah. Di mana masing-masing kolam tersebut berukuran 3 m × 3 m × 1,2 m. Selain itu, ia juga mengelola usaha pembesaran lele sebanyak 64 unit kolam di Bintaro Sektor 9, Tangerang Selatan.

Menurut William, beternak lele itu mudah, kitanya saja yang bikin repot. Untuk memulainya, ia menyarankan untuk membulatkan tekad terlebih dahulu, kemudian berusaha memahami teknik-teknik dasar beternak lele. Maka, jika Anda ingin sukses seperti William Perkasa, ada baiknya untuk mengikuti panduan darinya yang tertuang dalam buku Beternak Lele Mudah, Kita Aja yang Bikin Repot ala William Perkasa.

Anda bisa mencari tahu apa saja yang harus disiapkan sebelum budidaya, bagaimana cara pemeliharaan, cara menghadapi kendala, hingga analisis usahanya. Jadi, tunggu apalagi? Yuk, jadi juragan lele seperti William Perkasa!

PerikananIkan Konsumsi Ada Kawasan Budidaya Lele Berbasis Digital di Indramayu

Saat ini, sedang dilakukan pengembangan kawasan budidaya lele berbasis digital di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Pengembangan tersebut seiring penggunaan mesin otomatis dalam pemberian pakan ikan di kawasan budidaya lele.
Digitalisasi lewat pembuatan mesin pemberi pakan itu dilakukan oleh sebuah startup, yakni eFishery yang bergerak di bidang perikanan di Desa Krimun dan Desa Puntang, Kecamatan Losarang.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto, mengatakan, hal itu sebagai lompatan transformasi praktik digitalisasi di sektor budidaya ikan.

“Digitalisasi di sektor perikanan budidaya akan membuat nilai jual lebih tinggi, sarana dan prasarana usaha yang lebih efisien, dan kemudahan akses teknologi produksi yang pada akhirnya membuat usaha budidaya makin efisien sehingga pendapatan bisa meningkat,” kata Slamet dalam pernyataan resmi, Rabu (20/2).

Menurutnya, upaya digitalisasi tersebut menunjukkan bahwa adanya niatan dari para pelaku usaha untuk menghadapi revolusi industri keempat. Pihaknya pun meyakini, komoditas lele kini semakin menjadi primadona seiring dengan meningkatnya konsumsi ikan di masyarakat. Di satu sisi, lele telah menjadi salah satu komoditas ekspor Indonesia.

Meski begitu, ia mengingatkan, masifnya pengembangan usaha budidaya ikan jangan sampai melupakan prinsip keberlanjutan. Prinsip ramah lingkungan wajib untuk dijaga para pelaku pembudidaya.

“Penataan kawasan budidaya seperti pengaturan IPAL (instalasi pengolahan air limbah), sirkulasi keluar masuk air untuk budidaya berkelanjutan harus benar-benar diimplementasikan,” katanya.

Sementara itu, CEO eFishery, Gibran Huzaifah menjelaskan, manfaat penggunaan alat pemberi pakan otomatis membuat pembudidaya lebih hemat pakan. Sebab, waktu pemberian pakan serta jumlah penakaran telah diatur oleh sistem. Adapun cara mengoperasikan mesin hanya melalui ponsel yang telah terpasang aplikasi khusus.

Ia mengatakan, mesin tersebut sejatinya telah diperkenalkan sejak 2013 silam. Hingga saat ini, sudah terdapat ratusan pembudidaya yang memanfaatkan aplikasi tersebut. Hasil yang diperoleh pun terbukti dengan adanya peningkatan jumlah panen hingga empat kali setahun.
“Perikanan memiliki potensi menjadi industri yang besar, pembudidaya Indonesia juga terkenal ulet dan menjadi salah satu yang terbaik di dunia. Oleh sebab itu, saya yakin kita bisa menjadi pionir dalam implementasi teknologi dalam kegiatan budidaya ikan,” ujarnya.

Kepala Bidang Perikanan Budidaya, Dinas Kelautan dan Perikanan Indramayu, Edi Umaedi, mengatakan, Kabupaten Indramayu layak menjadi percontohan kampung perikanan digital. Sebab, hingga saat ini Kabupaten Indramayu telah memiliki lahan berupa kolam budidaya air tawar hingga 560,87 hektare.

Dari jumlah itu, sebanyak 58,68 persen atau 329,15 hektare digunakan untuk budidaya ikan lele. Sentra budidaya ikan lele meliputi kecamatan Losarang, Kandanghaur, dan Sindang.

Menurut Edi, sepanjang 2018, volume produksi ikan lele dari sentra-sentra budidaya tersebut mencapai 85.496,85 ton, naik 79,15 persen dari tahun sebelumnya sebesar 67.671,84 ton. Selain itu, nilai produksi pun meningkat dari Rp996.975.580.000 menjadi Rp1.336.963.249.000 atau naik 74,57 persen pada periode yang sama.